Skip to content
Home » 1 Abad Muhammadiyah PDF DOWNLOAD

1 Abad Muhammadiyah PDF DOWNLOAD

1 ABAD MUHAHHADIYAH ISTIQOMAH MEMBENDUNG KRISTENISASI & LIBERALISASI
📘 Judul Buku 1 Abad Muhammadiyah
👤 Pengarang BukuM. Amien Rais
🖨️ Jumlah Halaman229
👁️ Jumlah Pengunjung

 117 total views,  1 views today

🌐 BahasaIndonesia
📥 Download bukuTautan Direct Download PDF
🛒 Dapatkan buku nyataKlik untuk buku nyata dari Amazon

1 Abad Muhammadiyah Istiqomah Membendung Kristenisasi & Liberalisasi oleh M.Amien Rais, M.Syukriyanto AR

1 ABAD MUHAMMADIYAH ISTIQOMAH MEMBENDUNG KRISTENISASI & LIBERALISASI

Sebagaimana kita ketahui, visi Muhammadiyah, seperti tertuang dalam maksud dan tujuan Muhammadiyah, adalah menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam, sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenarnya. Adapun misi Muhammadiyah adalah: (1). menegakkan keyakinan tauhid yang murni, sesuai dengan ajaran Allah SWT yang dibawa oleh seluruh Rasul Allah, sejak Nabi Adam as. hingga Nabi Muhammad SAW; (2).menyebarluaskan ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Qur’an, Kitab Allah yang terakhir untuk umat manusia, dan Sunnah Rasul; (3). mewujudkan amalan-amalan Islam dalam kehidupan peribadi, keluarga dan masyarakat.

Dalam menjalankan visi dan misi tersebut, sejak awal berdirinya Muhammadiyah senantiasa istiqomah melakukan dakwah dan tajdid. Dimulai dengan pemurnian aqidah, ibadah dan akhlak serta pokok-pokok ajaran Islam yang bersifat baku dari TBC (Takhayul, Bid’ah dan Churafat) serta membentengi masuknya propaganda pemikiran yang mengarah kepada pendangkalan aqidah dan syariah, bahkan akhlak, yang kini kita kenal dengan istilah SIPILIS (sekularisasi, pluralisme dan liberalisasi). Dalam catatan sejarah, sebagaimana dirilis oleh disertasi Dr. Alwi Shihab berjudul “The Muhammadiyah Movement and Its Controversy with Christian Mission in Indonesia”, disebutkan bahwa salah satu faktor penting yang mendorong Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah adalah kuatnya penetrasi gerakan Kristenisasi dan pembentukan Freemasonry yang keduanya berkolaborasi dengan pemerintah kolonial Belanda.

Kristenisasi yang dilakukan melalui gerakan misi, sosial-budaya dan sosial politik telah banyak melakukan pemurtadan kepada umat Islam baik secara langsung maupun tidak langsung (Alwi, 1997: 141-146). Sedang freemasonry, yang lebih berbaju gerakan sosial-budaya, melakukan pendangkalan akidah dan sekularisasi sekaligus liberalisasi, kelak menjadi cikal bakal lahirnya gerakan SIPILIS di Indonesia (ibid.: 152-154).

Analisis Alwi Shihab ini, khususnya dalam masalah Kristenisasi, sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya oleh Deliar Noer, yang mengungkap dokumen instruksi Kerajaan Belanda terhadap Gubernur Jenderal Pemerintah Hindia Belanda agar memfasilitasi missi Kristen di Indonesia. Instruksi ini kemudian melahirkan kebijakan Pemerintah Hindia Belanda yang disebut dengan Kerstening Politiek (Deliar Noer, 1985: 181) Di penghujung abad pertamanya ini, begitu terasa penetrasi ideologi SIPILIS ini ke tubuh Muhammadiyah, yang hadir dengan baju pembaharuan alias tajdid. Di antara kita ada yang mulai tergoda. Seperti pendahulunya, propaganda ideologi ini menawarkan dana, sarana dan prasarana, sehingga seringkali tidak dirasakan sebagai gangguan, bahkan dianggap sebagai dewa penolong.

Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama seluruh jajaran Persyarikatan dan amal usahanya berusaha untuk melakukan revitalisasi, penyadaran kembali akan hakikat, visi dan misi perjuangan Muhammadiyah sebagaimana dirintis oleh generasi awal (As-Sabiqunal Awwalun) Muhammadiyah. Imam Malik radhiyallahu ‘anhu menyatakan: “Tidak akan mendapatkan kesuksesan generasi akhir umat ini (Islam) kecuali dengan menapaki kebaikan pendahulunya, yakni cinta kepada jihad fi sabilillah, berkhidmah kepada Islam dengan segala kekuatan, harta, dan kesungguhan yang maksimal dalam berkiprah menegakkan kebajikan di segala bidang dan lapangan”.

Untuk membaca lebih lanjut tentang 1 Abad Muhammadiyah buku klik butang download untuk mendapatkannya secara percuma

Laporkan tautan rosak
Sokong laman web ini

Klik disini untuk laman web yang sama sekali berbeza*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *