Skip to content
Home » Aliran Syiah Di Nusantara PDF DOWNLOAD

Aliran Syiah Di Nusantara PDF DOWNLOAD

ALIRAN SYI'AH DI NUSANTARA
📘 Judul Buku Aliran Syiah Di Nusantara
👤 Pengarang BukuProf. Dr. H Aboebakar Atjeh
🖨️ Jumlah Halaman37
👁️ Jumlah Pengunjung

 177 total views,  2 views today

🌐 BahasaIndonesia
📥 Download bukuTautan Direct Download PDF
🛒 Dapatkan buku nyataKlik untuk buku nyata dari Amazon

Aliran Syi’ah Di Nusantara oleh Prof. Dr. H Aboebakar Atjeh

ALIRAN SYI’AH DI NUSANTARA

NAMA Syi’ah itu pada awal mulanya berarti golongan, firqah dalam bahasa Arab. Tetapi telah pada permulaan Islam nama ini terutamadigunakan untuk suatu golongan yang tertentu, yaitu golongan yang sepaham dan membela Ali bin Abi Thalib, khalifah yang keempat, suami dari anak junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W., bernama Fatimah dan kemenakan penuh dari Nabi, karena ia anak pamannya Abu Thalib, saudaranya ayahnya.

Dalam masa salaf, zaman Nabi dan sahabatnya, perkataan ini belum digunakan orang, tetapi untuk itu dipakai perkataan Ahlil Bait atau Alawi atau Bani Ali atau Ba Alawi. Orang-orang Syi’ah itu, artinya orang-orang yang masuk golongan Saidina Ali, mempercayai bahwa Saidina Ali itulah orang yang berhak menjadi pengganti Nabi sesudah wafatnya, begitu pula khalifahan itu turun-menurun dari padanya, sebagai orang yang berhak menjadi Imam, yaitu kepala masyarakat kaum muslimin, karena mereka itulah, yang juga dinamakan Ahlil Bait, yang lebih mengetahui dan lebih dekat serta lebih meyakini akan ajaran Nabi Muhammad S.A.W.

Uraian yang panjang lebar tentang segala sesuatu mengenai Syi’ah, sudah saya uraikan dalam karangan saya, “Syi’ah, rasionalisme dalam Islam”, (Semarang, 1972), dan kitab “Al-Ja’fari, Mashaf Ahlil Bait” (sedang dicetak). Disana saya uraikan lengkap mengenai sejarah terjadi dan pertumbuhannya, perkembangan aliran dan mashafnya mengenai tafsir, ilmu liadtts, ilmu fiqh, tarikh tasyriq, bermacam macam aliran Syi’ah, seperti Isyna Asysar Imamiyah, Zaidiyah, Isma’iliyah, Jabaliyah, dll. Imam-Imam dan sejarah perjuangannya, ulama ulama dan pengarang-pengarang, penyiaran kitab-kitabnya, yang bersifat agama dan ilmu pengetahuan, jasa-jasanya dalam penyiaran dan perkembangan Islam seluruh dunia. Beberapa kejadian sesudah wafat Nabi, seperti bangkit kembali Bani Umayah dan Bani Abbas, dengan kerajaan-kerajaannya, yang kemudian, juga bercekcokan dengan keturunan Ali bin Abi Thalib, pembunuhan atas diri khalifah Usman, yang dituduhkan secara palsu oleh Yazid bin Mu’awiyah, kepada Ali dll. menyebabkan pada akhirnya keluarga-keluarga Ahlil Bait ini, mengungsi kedaerah Persia dan India, Cina, Asia Tengah, Afrika dan Nusantara yang dapat menampung mereka, dan menyelamatkannya.

Hal ini terutama sesudah terjadi pembunuhan atas diri Sayidina Hasan dgn racun, dan Sayidina Husain dalam peperangan di Karbala. Sayidina Ali sendiri dalam th. 40 H. (661 M) dibunuh oleh salah seorang fanatik, Ibn Muijam, dari golongan Khawarij, dan sesudah gugur pula anaknya dalam pertempuran yang dahsat dimedan peperangan Karbala pada th. 61 H. (680 M), sebagai putra Mahkota yang melawan Yazid dari Bani Umayah, maka makin bertambah tambahlah hebatnya perkembangan golongan Syi’ah ini, yang meluap kesebelah timur, terutama Persia dan India, dan Asia Tengah serta Afrika Utara. Sebenarnya hubungan Iran-Indonesia telah berlangsung lama dan selalu baik.

Dalam buku Al-Islam Fi Indonesia” karangan Dzya Shahab dan Haji Abdullah b. Nuh, yang diterbitkan “Badan Penerbit Saudi Arabia” Jeddah, dikisahkan bahwa pelayaran laut ke Asia Tenggara dan Asia Timur lama dikuasai orang orang Persia bersama Arab. Hubungan teluk Persia dengan Indonesia lalulintas kuat. Banyak kota-kota di Indonesia di diami orang-orang Persia dan Arab. Juga dinukil dari buku Al-Damashky, yang mengatakan dalam bukunya „Nakhbat-al-Dahr” bahwa arus perpindahan Muslimin ke Indonesia, meningkat pada zaman bani Umayah, yang dikenal karena kezalimannya.

Untuk membaca lebih lanjut tentang Aliran Syiah Di Nusantara buku klik butang download untuk mendapatkannya secara percuma

Laporkan tautan rosak
Sokong laman web ini

Klik disini untuk laman web yang sama sekali berbeza*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *