Skip to content
Home » Mana Bank Syariah Yang Islami? PDF DOWNLOAD

Mana Bank Syariah Yang Islami? PDF DOWNLOAD

MANA BANK SYARIAH YANG ISLAMI
📘 Judul Buku Mana Bank Syariah Yang Islami
👤 Pengarang BukuWahid Abdussalam Bali
🖨️ Jumlah Halaman82
👁️ Jumlah Pengunjung

 162 total views,  1 views today

🌐 BahasaIndonesia
📥 Download bukuTautan Direct Download PDF
🛒 Dapatkan buku nyataKlik untuk buku nyata dari Amazon

Mana Bank Syariah Yang Islami Oleh Wahid Abdussalam Baly

MANA BANK SYARIAH YANG ISLAMI

Mahasiswa itu mendatangi saya dengan muka berbinar, tampak gembira, lalu berkata, “Alhamdulillah yang telah menjadikan jalan keluar bagi kita semua.” “Semoga Allah memanjangkan umurmu. Apa sebenarnya yang telah terjadi?” tanya saya. “Tadinya aku takut-takut meletakkan uang di bank karena takut terjerumus ke dalam syubhat yang diharamkan, yang ternyata tidak ada yang diharamkan dalam masalah bank itu,” katanya. ‘‘Bank Isiamkah yang Anda maksudkan?” tanyaku. “Bukan, tapi bank-bank konvensional, bank-bank negeri dan juga swasta, yang semuanya halal, alhamdulillah,” katanya. “Maksudmu bank-bank yang menetapkan nilai bunga di muka itu adalah halal dan tidak ada yang perlu disangsikan sedikil pun di dalamnya?” tanyaku. ‘Ya. Apakah Anda belum membaca kalimat terakhir yang dimuat di koran-koran yang terbit tanggai 22 Pebruari 1997. yang ditulis Al-lmam Dr. Muhammad Sayyid Thanthawy, Rektor Al-Azhar yang baru?” tanyanya.

“Memang apa yang dikatakannya? Boleh jadi dia akan menarik ucapannya dan mengkaji lagi masalah ini lebih mendaiam setelah ada bantahan dari para ulama, baik di Mesir maupun di luar Mesir,” kataku. “Dia menurunkan tulisan dengan tajuk, ‘Inilah Kalimat Terakhir tentang Mu’amaiah Bank’. Dia menyebutkan berbagai dalil dari riwayat Al-Bukhary, bahwa faidah (bunga) bank adalah halal, termasuk pula yang ditetapkan di muka. Segala puji bagi Allah.” “Benar, segala puji bagi Allah atas segala sesuatu. Apa yang dikatakannya?” tanyaku. Dia menjawab. “Syaikh Al-Azhar itu menyajikan berbagai dalil naqli dan aqli yang kuat sekall, sehingga tak dapat dibantah siapa pun.” “Apa yang dikatakannya wahai Akhi?” tanyaku. “Dia menyebutkan bahwa dia menyimpulkan satu kata akhir daiam satu pertanyaan dan Jawaban, agar semua menjadi jelas dan tidak ada lagi kesamar-samaran.” katanya.

“Sampalkan pertanyaan terpenting yang Anda pahami dari masalah ini yang dapat menganalisis bunga bank,” kataku. Mahasiswa itu bertanya, “Apa definisi Anda tentang riba?’ Saya jawab, “Bagus. Mencari konsep tentang sesuatu sebelum membicarakannya termasuk cara yang efektif untuk mengungkapnya. Lalu apa yang dikatakan Syaikh itu tentang definisi riba?” Mahasiswa itu menjawab, “Syaikh mengatakan, ‘Riba ialah tambahan dari uang pokok tanpa ada transaksi pengganti sepadan menurut yang disyaratkan’.”‘ “Apakah Anda sudah puas dengan definisi ini?” tanyaku. “Definisi ini belum menyinggung jenis kedua dari riba, yaitu riba fadhal. Tapi dia hanya membicarakan jenis yang sering berlaku di berbagai bank, yaitu riba nasi’ah. Apakah itu merupakan definisi yang tepat untuk riba nasi’ah.” Saya jawab, “Tidak, tapi itu merupakan definisi yang kurang sempurna, termasuk pula untuk riba nasi ’ah. ““Bagaimana tepatnya?” tanyanya. “Itu merupakan tambahan (yang disyaratkan) terhadap uang pokok tanpa ada transaksi pengganti yang disyaratkan. Sebagai misal, lihat masalah ini dalam Ahkamul-Qur’an, karangan Al-Jashash, 1/465.

Untuk membaca lebih lanjut tentang Mana Bank Syariah Yang Islami buku klik butang download untuk mendapatkannya secara percuma

Laporkan tautan rosak
Sokong laman web ini

Klik disini untuk laman web yang sama sekali berbeza*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *